Sejarah

Persatuan Dokter Spesialis Bedah Umum Indonesia

PABI adalah Persatuan Dokter Spesialis Bedah Umum Indonesia yang bernaung dibawah ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan bergabung didalam organisasi Federasi IKABI.

PABI dibentuk dengan tujuan :
1. Meningkatkan derajat kesehatan rakyat Indonesia melalui pelayanan Ilmu Bedah.
2. Mengembangkan Ilmu Kesehatan serta IPTEK kedokteran khusus Ilmu Bedah.
3. Membina advokasi dan proteksi bagi anggota.
4. Memberikan advokasi dan proteksi bagi anggota.

PABI didirikan di Surabaya pada tanggal 12 juli 2000 dan disahkan dalam muktamar X IKABI di Denpasar Bali pada tanggal 13 juli 2002 Menjadi satu-satunya organisasi profesi Dokter Spesialis Bedah Umum (General Surgeon) PABI bersifat bebas, mandiri, dan terbuka.

Bagaimana sejarah berdirinya PABI?

Kala itu dimulai dari desa kecil & terpencil Toya Bungkah, Kintamani Bali, awal tahun 1997. Pada saat itu di tepi danau Batur Bali sedang dilangsungkannya acara kursus BSS dan pertemuan TRIGONUM (UNUD, UNAIR, UNIBRAW), dimana Dr. Soerarso Hardjowasito dan Prof. Aryono D. Pusponegoro hadir. Waktu itu Dr. Soerarso bertanya kepada Dr. Tjakra: ”Tjakra, mau di apakan Bedah Umum kita ini”.

Pada rapat Organisasi TRIGONUM yang di hadiri oleh Dr. Martopo, Dr. R. Idjrai (alm), Dr. Gatot W. utusan UNIBRAW Malang; Dr. Sutrisno A.; Dr. Purwadi, Dr. Sunarto Reksoprawiro utusan UNAIR Surabaya, dan Dr. Tjakra, Dr. Wayan Sudarsa, Dr. Kuning utusan UDAYANA Denpasar, dibahas secara mendalam pertanyaan Dr. Soerarso tersebut. Diputuskan untuk memantapkan keberadaan profesi Dokter Ahli Bedah Umum di Indonesia. Dr. Tjakra mendapat tugas untuk membuat konsep dasar posisi dan pengembangan bedah umum di Indonesia.

Bedah umum adalah ”core” atau ”batang pohon” ilmu bedah di Indonesia. Untuk dapat berkembangnya berbagai disiplin/ cabang ilmu bedah maka, ”batang pohon” ilmu bedah (umum) harus ”kokoh”, jika tidak, akan ”tumbang”. Konsep tentang Ilmu Bedah Umum terus diproses dan bergulir kemudian dengan adanya tulisan tentang Bedah Umum dipublikasi di majalah Ropanasuri (oleh Dr. Sri Maliawan, SpBS dari Denpasar-Bali).

Mulai terjadi ”gegeran”, di mulai dengan pertemuan di Hotel Horizon Jakarta, Hotel Atrium Senen, Jakarta ”Quo Vadis General Surgery”. Dengan tidak tertampungnya aspirasi sejawat Ahli Bedah Umum baik dari segi organisasi profesi, keilmuan & perlindungan, maka muncul ide pendirian Organisasi Profesi Dokter Bedah Umum, akan tetapi harus dibawah IKABI karena IKABI sebagai pelindungnya.

Selanjutnya dilakukanlah pertemuan-pertemuan di Sanur-Bali, Bedugul-Bali dan Malang untuk ”menggodok” lahirnya organisasi ini. Di mulai dari adanya kecurigaan tentang berdirinya PABI oleh Sejawat Bedah Umum sendiri, sampai dengan diterimanya PABI sebagai salah satu anak organisasi profesi yang akan menampung aspirasi sejawat bedah umum didalam Federasi IKABI pada Konker IKABI di Jakarta (6-7 Mei 2002) dan rapat Panitia Ad. Hoc. IKABI, 8 Juni 2002 yang kemudian diresmikan di Muktamar IKABI di Bali 2002.

Terakhir tanggal 22 Desember 2005 keberadaan PABI diakui oleh PB IDI serta diterima di dalam lingkungan organisasi Profesi Kedokteran di Muktamar IDI di Semarang 2 Desember 2006. Kemudian dengan terbitnya Buku Pedoman Kompetensi Bedah Umum berupa Standar Pelayanan Profesi (Buku Biru), yang di selesaikan di pertemuan TRIGONUM di Pacet Malang, hal ini merupakan kemajuan yang luar biasa atas keberadaan berdirinya PABI dan lebih mantap lagi eksistensi Profesi Dokter Spesialis Bedah Umum ini didukung PB IDI maupun Menteri Kesehatan RI (hal ini tertera di dalam Buku Biru).

Bila kita melihat ke belakang, sejarah perkembangan kegiatan ahli bedah Indonesia, sebagai berikut:

Jakarta 1955 “PABI” Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia, Ketua Umum : Prof. Dr. Soekarjo, yang kemudian menjadi IKABI 1967 di Semarang
Surabaya 1967 “MN PABI” Majelis Nasional Pendidikan Ahli Bedah Indonesia oleh Prof. AA. Loedin
Surabaya 2000 PABI Diproklamasikan saat PIT IKABI ke XIII di Surabaya
Yogyakarta 2001 PABI Akte Notaris (sebagai Badan Hukum) pendirian PABI di Yogyakarta
Jakarta 2002 PABI Diterima oleh Konker IKABI sebagai salah satu OPLB didalam IKABI dan disyahkan di Muktamar IKABI di Denpasar Bali tahun 2002
Denpasar 2002
(Juli)
PABI Kongres I PABI, pengesahan AD/ART dan Peluncuran Buku SPM PABI. Saat ini IKABI jadi Federasi (Muktamar XIV IKABI) di Denpasar – Bali
Jakarta 2004 PABI PABI diakui dan diterima oleh PB IDI dan disyahkan di Muktamar IDI 2005

 

PP PABI bertekad meningkatkan persaudaraan sesama sejawat Dokter Spesialis Bedah (umum), membela panji-panji Profesi Dokter Spesialis Bedah Umum yang bekerja berdasarkan SPM dan hati nurani sesuai kompetensi yang dimiliki.Para perintisnya antara lain: Dr. Martopo, Dr. Tjakra W Manuaba, Dr. Sutrisno, Prof. John Pieter, Prof. Adri Manoppo, Dr. Purwadi, Dr. Farid Husein, Dr. Linus Purboyo, Prof. Farid Nur Mantu, Dr. Adjinul, Dr. Nazar, Dr. Warko, Dr. Basrul, Dr. Rohmad Idjroi (alm.),         Dr. Timbang S, Dr. Purwoko, Dr. Soejarsono, Dr. Gatot Waluyo, Dr. Sunarto, Dr. Paul Tahalele, Dr. Wayan Sudarsa, Dr. Urip Murtedjo dan Sejawat yang lain.Organisasi profesi ini baru berdiri tahun 2002 pada Kongres I di Denpasar, namun cukup mengherankan karena proses pendiriannya telah dirintis sejak 1997 yang dimulai dari desa kecil Toya Bungkah Kintamani-Bali, kemudian pertemuan-pertemuan dilanjutkan di Selekta Jatim (Trawas), Pacet Jatim, kemudian Yogyakarta, Surabaya, Denpasar.

Saat ini Maret 2009 jati diri anggota PABI ditegakkan, kehormatan sebagai Dokter Spesialis Bedah Umum timbul, karena:

  1. Seorang dokter spesialis bedah mempunyai sebutan FINACS (akan dikelola Kolegium Ilmu Bedah) sekarang anggota Fellow = 789 orang mencakup seluruh profesi bedah dan mulai dikenal di luar negeri serta
  2. Buku SPM PABI pertama terbit  2002, 2003 (Revisi), sekarang Edisi Kedua 2006
  3. Gerakan organisasi dimulai dari bawah sesuai kebutuhan saudara-saudara didaerah, sekarang (Maret 2009) anggota PABI 1279 orang dan terdapat 25 cabang tersebar diseluruh Indonesia
  4. Buku Kurikulum Ilmu Bedah Indonesia telah terbit (Juli 2006 di Makassar) oleh Kolegium Ilmu Bedah Indonesia
  5. Kita mempunyai Mars PABI syair oleh dr Sutrisno dan lagu oleh Theis Watopa
  6. Motto : Honesty (Kejujuran), Courage (Berani kemukakan pendapat), Modesty (sopan santun, termasuk empati) dibawah lambang PABI yang di kreasi oleh Dr. Peter Manoppo FINACS, Klungkung Bali.
  7. A. Struktur Organisasi PP PABI Periode 2002-2006:
    Ketua Dewan Penyantun      : Prof. R. Sjamsuhidajat, SpB
    Ketua Kolegium Ilmu Bedah Indonesia : Dr. Soerarso Hardjowasito, SpB
    Ketua Umum            : Prof. DR. Dr. Paul Tahalele, FCTS, FINACS
    Sekretaris Umum     : Dr. Urip Murtedjo, PGD.Pall-med, FINACS

    B. Struktur Organisasi PP PABI Periode 2006-2010
    Ketua Majelis Etik    : Dr. Martopo Marnadi, FINAC
    Ketua Kolegium Ilmu Bedah Indonesia: Prof. R. R. Aryono D. Pusponegoro, FINACS
    Ketua Umum            : Prof. DR. Dr. Paul Tahalele, FCTS, FINACS
    Sekretaris Umum     :Dr. Urip Murtedjo, PGD.Pall-med, FINACS